Sabtu, 17 Juli 2010

KRITIKAN IWAN FALS ZAMAN ORDE BARU


Orde Diktator

Orde baru merupakan suatu rezim yang telah memberikan berbagai catatan sejarah panjang dari kekuasaan otoriter yang menghegemoni masyarakat. Kekuasaan negara yang begitu kuat membelenggu sendi-sendi kehidupan setiap warga negara. Kenyamanan dan keserasian yang diciptakan dengan bingkai represif, penggunaan aparat negara dalam penciptaan tatanan tersebut ternyata menjadi bara dalam sekam (bahaya laten), yang akhirnya meledak menjadi benturan keras antara rakyat dan negara hingga jatuhnya rezim orde baru ditangan rakyat dan kelas menengah pada tahun 1998.

Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. Dalam jangka waktu tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat meskipun hal ini terjadi bersamaan dengan praktek korupsi yang merajalela di negara ini. Selain itu, kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar. Pemerintahan Orba sangat fokus pada pemulihan kondisi ekonomi yang kian memburuk pada waktu orde lama.

Pembangunan nasional di zaman Orde Baru dilakukan dengan menyandarkan pada terciptanya masyarakat yang adil makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Pedoman pembangunan nasional yaitu Trilogi Pembangunan dan Delapan Jalur Pemertaan. Isinya : pertama, pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. kedua, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. ketiga, stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.

2. Iwan Fals ; Menggugat Rezim

Dominasi negara yang kuat pada masa orde baru, memunculnya kebijakan-kebijakan yang tidak populer dalam masyarakat tetapi perangkat stabilitas menundukkan benih-benih radikalisme yang muncul. Kritik sosial yang muncul lebih banyak di bidang karya-karya seni, sastra dan juga musik. Walaupun demikian perkembangan kritik tersebut sering dibungkam dengan mengkriminalisasi budayawan, pujangga-pujangga dan pelantun lagu yang mencoba untuk kritis terhadap pemerintah.

Iwan Fals merupakan sosok yang cukup konsisten dalam perjuangan menggugat orde baru. Kritik-kritik pedas dan lugas selalu dilontarkan dalam setiap karyanya. Wacana kritik dalam karya Iwan Fals ternyata didukung oleh sebagian besar masyarakat terutama pada lapisan bawah, karena lagu tersebut mewakili dan menyuarakan hati nurani rakyat. Dukungan tersebut terimplementasikan dengan pembentukan sebuah yayasan pada Tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut ’’Yayasan Orang Indonesia’’ atau biasa dikenal dengan seruan OI. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang OI dapat ditemui setiap penjuru nusantara dan beberapa bahkan sampai ke manca negara[1].

Kritik sosial dalam karya Iwan Fals terus berlanjut dari Album pertama pada tahun 1979 hingga album pasca reformasi. Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal karirnya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan pada pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas[2].

Berikut dapat dilihat dalam Tabel 1. Beberapa lagu yang bernada kritik terhadap Hegemoni Rezim Orde Baru :


Lagu-Lagu Iwan Fals

Bertema Kritik Terhadap Hegemoni Orde Baru

Tema Kritik

1
Puing
Sarjana Muda / 1981
Kritik terhadap perang.

2
Ambulance Zig Zag
Sarjana Muda / 1981
Kritik terhadap diskriminasi pelayanan publik (kesehatan).

3
Sarjana Muda
Sarjana Muda / 1981
Kritik terhadap menyempitnya lapangan kerja.

4
Galang Rambu Anarki
Opini / 1982
Kritik terhadap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.

5
Tak Biru Lagi Lautku
Opini / 1982
Kritik terhadap pembangunan yang merusak lingkungan (laut).

6
Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi
Opini / 1982
Kritik terhadap pembangunan yang merusak lingkungan (hutan).

7
Siang Seberang Istana
Sugali / 1984
Kritik terhadap kesenjangan dan ketidakadilan nagara.

8
Sore Tugu Pancoran
Sore Tugu Pancoran / 1985
Kritik terhadap ketidakadilan (potret anak jalanan).

9
Kontrasmu Bisu
Ethiopia / 1986
Kritik terhadap kesenjangan sosial yang tajam (jakarta).

10
Tikus Kantor
Ethiopia / 1986
Kritik terhadap budaya korupsi dalam birokrasi patronase.

11
Wakil Rakyat
Wakil Rakyat / 1987
Kritik terhadap anggota dewan yang tidak memperjuangkan hak-hak rakyat.

12
Lancar
Lancar / 1987
Kritik terhadap pembangunan yang tidak adil.

13
Bento
SWAMI / 1989
Kritik terhadap penguasa / eksekutif

14
Bongkar
SWAMI / 1989
Kritik terhadap penguasa yang otoriter.

15
Mencetak Sawah
Belum Ada Judul / 1992
Kritik terhadap industrialisasi dibidang pertanian.

Sumber : Album-Album Iwan Fals

Lagu-lagu tersebut hanya sebagian kecil dari banyak lagu Iwan Fals yang menyuarakan wacana kritis terhadap kehidupan di zaman Orde Baru. Lagu-lagu tersebut merupakan sebuah counter hegemoni dari hegemoni orde baru. Tema kritik tersebut setidaknya telah mematahkan wacana trilogi pembangunan, karena pemerataan yang diharapkan dari pembangunan tidak pernah terwujud. Pembangunan nasional yang berlandaskan pada ”Trilogi Pembangunan” hanya sebuah narasi besar dan sebuah mitos belaka.

SALAM FALS MANIA....!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar